Kapeta: Kondom itu alat kesehatan, bukan agama

Sindonews.com – Pegiat Yayasan Karya Peduli Kita (Kapeta) Ari menilai, penggunaan alat kontrasepsi kondom perlu digunakan untuk mencegah HIV/AIDS di Jakarta. Karena, hanya menggunakan kondom cara yang efektif.

“Kalau dari sudut pandang kita, penggunaan kondom sebagai bentuk pencegahan HIV/AIDS. Karena, belum ada cara lain atau media yang bisa mencegah itu,” kata Ari kepada Sindonews, Senin (2/12/2013).

Dia menjelaskan, bagi waria kondom memang bukan hal yang tabuh. Tetapi, kata dia, bagi sebagian kalangan kondom merupakan hal yang tabuh untuk didengar dikalangan masyarakat

“Bagi waria kondom bukan momok yang menakutkan. Karena, tahun 2011 lalu ibu rumah tangga terinveksi AIV/AIDS meningkat dari tahun sebelumhya,” kata dia.

Lagipula, menurut Ari, pekan kondom nasional bukan untuk melagalkan seks dikalangan remaja Indonesi sebagai penerus bangsa ini. Tetapi, lanjutnya hanya sebagai pencegah.

“Ini bukan untuk hal yang dilegalkan oleh pemerintah dalam hal prostitusi. Kondom juga bukan sebagai moralitas, agama, kondom alat kesehatan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) DKI Jakarta tahun 2011 ibu rumah tangga terinveksi HIV/AIDS sebanyak 345 orang, angka itu lebih tinggi 55 persen dari tahun sebelumnya.

 

Sumber: metro.sindonews.com

Bagikan

Berita Terbaru

Memutus Rantai Malu HIV/AIDS